SOAL POST TES TEKA TEKI SILANG (TTS) INTERAKSI SOSIAL Pengertian, Syarat, dan Faktor Pendorongnya

 

Pertanyaan Mendatar

1.       Hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antarindividu, individu dengan kelompok, dan antarkelompok.

2.       Proses yang terjadi pada diri seseorang yang memiliki keinginan atau kecenderungan untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain yang ingin ditirunya.

 

Pertanyaan Menurun

3.       Tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain.

4.       Pengaruh, pandangan, atau sikap yang diberikan seorang individu terhadap individu lain kemudian diterima, dituruti, atau dilaksanakan dengan tanpa berpikir lagi secara rasional.

5.       Proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberi tanggapan atau memberi respons.

INTERAKSI SOSIAL

Pengertian, Syarat, dan Faktor Pendorongnya

Sunarno,
Guru SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang

 

Manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya tidak dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Manusia membutuhkan interaksi dengan orang lain baik secara individu maupun kelompok untuk memenuhi kebutuhannya. Interaksi atau hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antarindividu, individu dengan kelompok, dan antarkelompok disebut sebagai interaksi sosial.

Dua anak bersalaman merupakan salah satu contoh interaksi sosial antarindividu.

Guru mengajak siswa mengawali pembelajaran dengan berdoa merupakan salah satu contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok.
Sumber gambar: dokumen pribadi

Siswa SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang mengadakan kunjungan ke beberapa sekolah di Malaysia, dan Thailand. Interaksi siswa-siswa SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid dengan siswa-siswa di Malaysia dan Thailand merupakan contoh interaksi sosial antarkelompok.
Sumber: https://smpit.ihsanulfikri.sch.id/video-ifbs

 A.      Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling memengaruhi antarindividu, individu dengan kelompok, dan antarkelompok.

 B.      Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial akan terjadi apabila di antara pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial dan komunikasi sosial merupakan syarat terjadinya interaksi sosial.

1.       Kontak Sosial

Kontak sosial berarti hubungan masing-masing pihak tidak hanya secara langsung (bersentuhan fisik) tetapi juga tanpa hubungan fisik. Misal, surat menyurat, telepon, sms, melalui whaatsup, email, dan media sosial lainnya. Jadi, hubungan fisik bukan syarat utama terjadinya interaksi sosial.

2.       Komunikasi

Komunikasi ialah adalah proses penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberi tanggapan atau memberi respons.

Salah satu syarat yang perlu ada dalam suatu komunikasi adalah kedua belah pihak memahami bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan dapat berupa kata-kata, isyarat, ataupun simbol.  Contoh penggunaan bendera Semapur bagi anggota pramuka. Itu adalah salah satu contoh berkomunikasi menggunakan tanda-tanda tertentu.

Komunikasi terjadi jika memenuhi persyaratan berikut:

a.       Adanya pihak yang mengirim pesan (komunikator/sender)

b.      Adanya penerima pesan (komunikan/receiver)

c.       Adanya pesan (message) yang ingin disampaikan

d.      Adanya tanggapan (feedback) dari si penerima atas isi pesan

 C.      Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial

Proses interaksi sosial dapat berlangsung didasarkan atas beberapa faktor, antara lain imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, dan empati.

1.       Imitasi

Anak mencontoh kebiasaan orangtua merupakan salah satu contoh bentuk imitasi.
Sumber: https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-imitasi.html

Imitasi adalah tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki oleh orang lain. Misalnya, gaya berpakaian dan model rambut seorang artis yang ditiru oleh penggemarnya, meniru kebiasaan beribadah (contoh imitasi yang positif), meniru kebiasaan merokok (contoh imitasi yang negatif).

 2.       Sugesti

Sugesti adalah pengaruh, pandangan, atau sikap yang diberikan seorang individu terhadap individu lain kemudian diterima, dituruti, atau dilaksanakan dengan tanpa berpikir lagi secara rasional. Sugesti akan berhasil jika dilakukan orang yang berwibawa ataupun memiliki pengaruh dalam masyarakat. Orang tua juga memiliki kemampuan untuk melakukan sugesti kepada anak-anak, bahkan iklan di televisi bisa memberikan sugesti kepada penontonnya. Contoh sugesti adalah anjuran dokter agar meminum obat supaya cepat sembuh dari penyakit.

 3.       Identifikasi

Seorang warga Filipina bernama Herbert Chavez rela melakukan operasi plastik di bagian wajah dan tubuhnya berpuluh kali agar mirip dengan idolanya, Superman. Tindakan Herbert Chavez tersebut merupakan salah satu contoh bentuk identifikasi.
Sumber: https://www.viva.co.id/arsip/255225-foto-pria-filipina-operasi-mirip-superman

Identifikasi ialah suatu proses yang terjadi pada diri seseorang yang memiliki keinginan atau kecenderungan untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain yang ingin ditirunya. Identifikasi dapat berlangsung baik maupun tidak. Misalnya Amran Sabani adalah penggemar berat pemain bola Cristiano Ronaldo dari Real Madrid. Tanpa dia sadari, dia berusaha berpenampilan seperti pemain idolanya tersebut. , memakai kaos bola bernomor punggung sama dengan Ronaldo, berpotongan rambut sama, menempatkan dirinya seolah-olah sama dengan idolanya.

4.       Simpati

Simpati ialah keikutsertaan merasakan apa yang dirasa orang lain (senang, susah, dan sebagainya). Simpati hanya perasan welas asih, kasian, ikut bersedih atas penderitaan yang menimpa orang lain.

5.       Empati

Empati adalah keadaan di mana seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati lebih dalam daripada simpati. Mengumpulkan donasi untuk palestina adalah salah satu contoh empati.

Pada suatu kesempatan Pondok Pesantren Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang mendatangkan salah satu syekh dari Palestina. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan simpati dan empati para santri terhadap kondisi muslim di Palestina.
Sumber: https://jowonews.com/2018/04/03/syekh-nashif-palestina-pemimpin-harapan-akan-lahir-di-indonesia/

 

Hikmah:

Sebagai muslim kita telah memiliki panutan yang jelas. Rasulullah adalah suri tauladan yang baik. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran Surat Al Ahzab: 21: “Laqad kaana lakum fii rasuulillaahi uswatun hasanah", yang artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik”.

Salah satu cara meneladaninya adalah dengan mempelajari pribadi dan sifat beliau yang Siddiq (jujur, berkata benar), Amanah (bisa dipercaya), Fathonah (cerdas atau pandai) dan Tabligh (menyampaikan). Bisa pula dengan mempelajari sejarah hidup Nabi SAW dari buku-buku Sirah Nabawiyah.




TTS: Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang & Letak dan Luas Wilayah Indonesia

Materi:

1. Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang

2. Letak dan Luas Wilayah Indonesia



Pertanyaan Mendatar  

1. Samudra di wilayah barat Indonesia

3. Tempat di permukaan bumi baik secara keseluruhan maupun hanya   sebagian yang digunakan oleh mahluk hidup untuk tinggal

4. Bentuk interaksi antar ruang, berupa pergerakan barang

6. Berbatasan darat dengan wilayah Indonesia

8. Garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di bumi terhadap garis khatulistiwa pada globe atau peta.

               

Pertanyaan Menurun   

2. Timor leste, Australia, dan Samudera Hindia.merupakan batas wilayah Indonesia bagian

5. Perbandingan jarak pada peta dengan jarak sesungguhnya

7. Perpindahan penduduk dari desa ke kota

9. Negara yang berbatasan laut dengan wilayah Indonesia

10. Garis khayal yang ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan untuk menentukan lokasi di bumi pada globe atau peta.

 



LETAK DAN LUAS WILAYAH INDONESIA (bagian 3, selesai)


3.       LUAS DAN BATAS WILAYAH INDONESIA

Selain memiliki wilayah yang strategis, Indonesia juga mempunyai wilayah yang sangat luas. Indonesia adalah salah satu negara terluas di dunia. Berikut ini rincian luas wilayah Indonesia:

o   Total luas: 5.193.250 km2 (mencakup daratan dan lautan)
o   Luas daratan Indonesia: 1.919.440 km2
o   Jumlah pulau: 17.508 pulau
o   Bentang panjang wilayah: 3.977 mil.
o   Luas lautan: 3.273.810 km2
o   Batas lautan: 12 mil laut dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil

    Sumber: google.com

Sementara, batas-batas wilayah Indonesia adalah sebagai berikut:
1.     Batas wilayah sebelah utara. Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia (bagian timur), tepatnya disebelah utara Pulau Kalimantan. Malaysia merupakan negara yang berbatasan langsung dengan wilayah darat Indonesia. Wilayah laut Indonesia sebelah utara berbatasan langsung dengan laut lima negara, yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina.

2.     Batas wilayah sebelah barat. Sebelah barat wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan perairan negara India. Tidak ada negara yang berbatasan langsung dengan wilayah darat Indonesia disebelah barat. Walaupun secara geografis daratan Indonesia terpisah jauh dengan daratan India, tetapi keduanya memiliki batas-batas wilayah yang terletak dititik-titik tertentu disekitar Samudera Hindia dan Laut Andaman. Dua pulau yang menandai perbatasan Indonesia-India adalah Pulau Ronde di Aceh dan Pulau Nicobar di India.

3.     Batas wilayah sebelah timur. Wilayah timur Indonesia berbatasan langsung dengan daratan Papua Nugini dan perairan Samudera Pasifik. Indonesia dan Papua Nugini telah menyepakati hubungan bilateral antarkedua negara tentang batas-batas wilayah, tidak hanya wilayah darat melainkan juga wilayah laut. Wilayah Indonesia sebelah timur, yaitu Provinsi Papua berbatasan dengan wilayah Papua Nugini sebelah barat, yaitu Provinsi Barat (Fly) dan Provinsi Sepik Barat (Sandaun).

4.     Batas wilayah sebelah selatan. Indonesia sebelah selatan berbatasan langsung dengan wilayah darat Timor Leste, perairan Australia dan Samudera Hindia. Timor Leste adalah bekas wilayah Indonesia yang telah memisahkan diri menjadi negara sendiri pada tahun 1999, dahulu wilayah ini dikenal dengan Provinsi Timor Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Provinsi yang berbatasan langsung dengan wilayah Timor Leste, tepatnya di Kabupaten Belu. Selain itu, Indonesia juga berbatasan dengan perairan Australia. Diawal tahun 1997, Indonesia dan Australia telah menyepakati batas-batas wilayah negara keduanya yang meliputi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dan batas landas kontinen.

Sumber:
Iwan Setiawan dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas VII Edisi Revisi 2016, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016)
https://www.dosenpendidikan.co.id/garis-bujur/
https://berkelakar.wordpress.com/2014/11/27/peta-indonesia-lengkap/
https://www.pelajaran.co.id/2018/17/pengertian-garis-lintang-fungsi-dan-pembagian-iklim-berdasarkan-garis-lintang.html
https://www.romadecade.org/letak-geografis-indonesia/#!
https://www.kompas.com/skola/read/2020/05/22/193000869/letak-dan-luas-indonesia?page=all.


Oleh:
Sunarno, S.S.
Guru IPS SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang


LETAK DAN LUAS WILAYAH INDONESIA (bagian 2)

2.       LETAK INDONESIA SECARA GEOGRAFIS

Adapun secara geografis, Kepulauan Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Dengan demikian, Indonesia berada di persilangan dunia atau world cross position. Sehingga tidak diragukan lagi jika Indonesia menjadi pusat jalur lalu lintas dunia. 

    Sumber: https://www.romadecade.org/letak-geografis-indonesia/#!

Pengaruh Letak Geografis Indonesia

1.     Suhu: Karena Indonesia terletak di daerah garis katulistiwa maka Indonesia hampir selalu memiliki suhu yang tinggi karena sepanjang tahun selalu kena matahari

2.     Cuaca: Karena suhu di Indonesia tidak berubah-rubah maka rata-rata suhu hampir selalu sama sehingga cuaca di Indonesia tidak terlalu berbeda-beda.

3.     Iklim: Dikarenakan berada di antara 2 samudera, Indonesia memiliki 3 iklim. Yaitu iklim musim (muson), iklim tropis (panas) dan iklim laut. Selain itu hal ini juga disebabkan oleh wilayah Indonesia itu sendiri yang berbentuk kepulauan. Yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya hujan.
a.     Iklim musim terjadi karena adanya pengaruh angin musim atau muson yang bertiup dan menyebabkan musim penghujan dan kemarau.
b.     Sedangkan iklim tropis menyebabkan udara di Indonesia panas, apalagi Indonesia berada di garis khatulistiwa.
c.      Serta iklim laut yang disebabkan oleh kondisi Indonesia yang dikelilingi samudera dan laut.

4.     Keanekaragaman alam:
a.     Flora, karena Indonesia memiliki lautan dan juga pegunungan jadi Indonesia memiliki 10% lebih jenis-jenis tanaman di dunia.
b.     Fauna: Karena dulu wilayah Indonesia tergabung dengan Asia, juga ada yang dengan Australia, maka fauna di Indonesia campuran dari fauna asia dan Australia.

5.     Hubungan politik: Letak geografis Indonesia juga mempengaruhi hubungan politik di Indonesia. Salah satunya adalah Indonesia dapat tergabung dalam organisasi ASEAN. Serta memiliki hubungan politik yang sangat baik dengan negara lain, dikarenakan akses yang dimiliki sangat mudah.

6.     Sosial budaya: Indonesia juga berada di antara 2 benua yang kemudian mempengaruhi bidang sosial budaya. Banyak sekali kebudayaan asing yang masuk dan berkembang di Indonesia. seperti alat musik, film, cara berpakaian, tarian dan lain sebagainya.

7.     Ekonomi: Jika dilihat dari sektor ekonomi, kondisi geografis sangat berpengaruh dalam hal ini. Dengan posisi Indonesia yang strategis membuat Indonesia dijadikan sebagai jalur perdagangan dunia. Atau bisa dikatakan Indonesia terletak di persilangan lalu lintas yang ramai. Dengan begitu tentunya dampak positif terhadap keadaan ekonomi di Indonesia akan didapatkan.

8.     Kekayaan sumber daya tambang: Selain berada di antara 2 benua dan 2 samudera, Indonesia juga berada di lipatan muda. Dengan begitu banyak sekali sumber daya tambang yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti minyak bumi dan gas.

Secara umum bisa disimpulkan, Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, dengan beragam suku, budaya, hingga kekayaan alamnya. Bahkan jika kita gali lebih dalam, banyak sekali keuntungan yang didapatkan dari letak geografis Indonesia ini. Baik untuk masyarakat, bangsa Indonesia hingga dunia internasional.

Bersambung ...
https://bijakbelajarips.blogspot.com/2020/07/letak-dan-luas-wilayah-indonesia-bagian_27.html

Oleh:
Sunarno, S.S.
Guru IPS SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang

LETAK DAN LUAS WILAYAH INDONESIA


INDONESIA merupakan negara kepulauan. Wilayah Indonesia terdiri dari banyak pulau baik besar maupun kecil. Jumlah pulau-pulau di Indonesia lebih dari 17.504 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Tulisan ini berturut-turut akan mengulas:
1.       Letak Indonesia secara astronomis dan dampaknya,
2.       Letak Indonesia secara  geografis dan dampaknya,
3.       Luas dan batas wilayah Indonesia.

1.       LETAK INDONESIA SECARA ASTRONOMIS

Secara astronomis, kepulauan Indonesia terletak pada 6 derajat Lintang Utara (LU) – 11 derajat Lintang Selatan (LS) dan 95 derajat Bujur Timur (BT) – 141 derajat Bujur Timur (BT).


Apa itu garis lintang dan garis bujur?

Garis lintang adalah garis khayal yang digunakan untuk menentukan lokasi di bumi terhadap garis khatulistiwa pada globe atau peta. Kelompok garis yang berada di sebelah selatan garis khatulistiwa disebut Lintang Selatan (LS). Sementara, kelompok garis yang berada di sebelah utara garis khatulistiwa disebut Lintang Utara (LU). Jarak masing-masing garis dihitung dalam satuan derajat. Garis lintang yang tepat berada pada garis khatulistiwa disebut 0° (nol derajat).

Di dalam geografi, garis lintang merupakan sebuah garis khayal yang digunakan untuk menentukan posisi di Bumi terhadap garis khatulistiwa (utara atau selatan). Posisi lintang adalah penghitungan sudut dari 0° pada khatulistiwa sampai ke  +90° di kutub utara serta -90° di kutub selatan.

Garis bujur adalah garis khayal yang ditarik dari kutub utara hingga ke kutub selatan untuk menentukan lokasi di bumi pada globe atau peta. Garis bujur atau meridian menghubungkan Kutub Utara dan Selatan. Garis ini menunjukkan posisi timur barat. Garis bujur utama atau Bujur 0° melalui Kota Greenwich, Inggris. Garis bujur yang terletak di sebelah timur Greenwich disebut Bujur Timur (BT) . Garis bujur yang terletak di sebelah barat Greenwich disebut Bujur Barat (BB). Garis bujur timur dimulai dari Bujur 0° BT hingga 180° BT. Garis bujur barat dimulai dari Bujur 0° BB hingga 180° BB. Kedua garis ini berhimpit di Samudera Pasifik.

Jarak kedua garis bujur itu dari Greenwich hingga pada batas 180º (seratus delapan puluh derajat). Pada jarak itu, Bujur Barat dan Bujur Timur kembali bertemu. Garis bujur inilah yang pada perkembangannya dijadikan sebagai patokan dalam menentukan waktu di berbagai belahan dunia. Sehingga sering kali pada setiap kapal terdapat dua jam yang digunakan. Jam yang menunjukkan waktu berdasarkan waktu di kota Greenwich dan jam yang menunjukkan waktu lokal atau berdasarkan matahari.

Sumber:
https://www.pelajaran.co.id/2018/17/pengertian-garis-lintang-fungsi-dan-pembagian-iklim-berdasarkan-garis-lintang.html

Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia memiliki ciri-ciri iklim yang khas, antara lain:
1.       Temperatur tinggi sekitar 26° C – 28° C. Dengan temperatur yang tinggi tersebut mengakibatkan terjadinya hujan zenithal.
2.       Curah hujan hingga 200 mm per tahun.
3.       Bebatuan lebih cepat lapuk.
4.       Memiliki keanekaragaman hayati yang jauh lebih beragam dibandingkan dengan negara lain.
5.       Gaya hidup masyarakat Indonesia yang dipengaruhi oleh iklimnya.

Akibat dari letak astronomisnya, Indonesia memiliki tiga perbedaan waktu, antara lain:
1.       Waktu Indonesia Barat (WIB) yang meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat juga Tengah.
2.       Waktu Indonesia Tengah (WITA) yang meliputi wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Bali, NTT, juga Sulawesi.
3.       Waktu Indonesia Timur (WIT) yang meliputi wilayah Maluku juga Irian Jaya.

Bersambung ...


Oleh:
Sunarno, S.S.
Guru IPS SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang

TEORI-TEORI MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

PADA abad ke-7 Masehi perdagangan di sekitar Selat Malaka dan daerah lainnya di kepulauan Indonesia semakin ramai. Kapal-kapal dagang dari Arab, Persia, dan Gujarat mulai menyinggahi beberapa tempat di pesisir Sumatera.

Selain berdagang, para pedagang juga memperkenalkan ajaran dan nilai-nilai Islam kepada masyarakat di Indonesia. Hasilnya, terbentuklah sejumlah pemukiman muslim di berbagai daerah seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Maluku.

Pada abad ke-13 Masehi, mulai berdiri kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Kerajaan-kerajaan tersebut lahir sebagai suatu kekuatan politik, ekonomi, dan budaya yang baru setelah berakhirnya masa kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Indonesia.

    Jalur Sutera
    sumber: Wikipedia

Tulisan ini akan membahas kapan, di mana, dan apa buktianya Islam pertama kali masuk di Indonesia. Ada beberapa teori yang menjelaskan waktu masuknya Islam dan tempat asalnya. Teori-teori tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

A.       TEORI MEKAH
Teori Mekah menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 Masehi. Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) mengatakan bahwa Islam berasal dari tanah kelahirannya, yaitu Arab atau Mesir. Proses ini berlangsung pada abad-abad pertama Hijriyah atau abad ke-7 Masehi. Hal ini berdasarkan bukti bahwa bangsa Indonesia sejak awal telah menganut mazhab Syafi’i yang sama dengan mazhab yang dianut di Mekkah.

Senada dengan pendapat Hamka, teori yang mengatakan bahwa Islam berasal dari Mekkah dikemukakan oleh Anthony H. Johns. Menurutnya,proses Islamisasi dilakukan oleh para musafir (kaum pengembara) yang datang ke kepulauan Indonesia.

Bukti lain tentang masuknya Islam pada abad ke-7 Masehi adalah catatan dari Dinasti Tang yang berjudul Hsin-tangshu (Sejarah Dinasti Tang) menyebutkan bahwa pada 674 M telah ada pemukiman pedagang Arab di Polu-shih (Barus, Pantai Barat Sumatra).

B.      TEORI MARITIM
Teori Maritim pertama kali dicetuskan sejarawan asal Pakistan, N.A. Baloch. Teori ini menyatakan bahwa penyebaran Islam di Nusantara tidak bisa dilepaskan dari kemampuan umat Islam dalam menjelajah samudera. Tidak dijelaskan darimana asal Islam yang berkembang di Indonesia, yang jelas menurut teori ini, masuknya Islam di Indonesia terjadi di sekitar abad ke 7 Masehi.

C.       TEORI PERSIA
Teori Persia dicetuskan dan didukung oleh Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat.  Dikatakan bahwa Islam yang masuk di Indonesia pada abad ke 9 Masehi adalah Islam yang dibawa kaum Syiah (Persia).

Pendapat ini didasarkan pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Persia dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain adalah perayaan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, seperti yang berkembang dalam tradisi Tabot di Pariaman, Sumatra Barat dan Bengkulu.

Selain itu teori ini juga didukung bukti Kesamaan ajaran Sufi, Penggunaan istilah persia untuk mengeja huruf Arab, kesamaan seni kaligrafi pada beberapa batu nisan, serta bukti lainnya dalam kerajaan Perlak I (Aceh Timur). Sultan Pertama Perlak, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Shah beraliran Islam Syiah.

D.      TEORI CHINA
Teori ini didasari pada beberapa bukti yaitu fakta adanya perpindahan orang-orang muslim China dari Canton ke Asia Tenggara, khususnya Palembang pada abad ke 879 M; adanya masjid tua beraksitektur China di Jawa; raja pertama Demak yang berasal dari keturunan China (Raden Patah); gelar raja-raja demak yang ditulis menggunakan istilah China; serta catatan China yang menyatakan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Nusantara pertama kali diduduki oleh para pedagang China.

E.      TEORI GUJARAT
Teori Gujarat, menyatakan Islam masuk ke Indonesia dari Gujarat, India. Teori ini pertama kali dicetuskan oleh dua orang sejarawan berkebangsaan Belanda Pijnapel dan Snouck Hurgronje. Menurut mereka, Islam masuk ke Indonesia sejak awal abad ke 13 Masehi bersama dengan hubungan dagang yang terjalin antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang Gujarat yang datang.

Teori ini didukung bukti, di antaranya batu nisan Sultan Samudera Pasai Malik As-Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Islam Gujarat serta adanya warna tasawuf pada aliran Islam yang berkembang di Indonesia.

Bukti lain tentang masuknya Islam pada abad ke-13 M adalah catatan Marcopolo (pedagang Venesia) yang singgah di Sumatera dalam perjalanan pulangnya dari Cina pada tahun 1292. Di sana disebutkan bahwa Perlak merupakan kota Islam.


Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Islam yang datang pada abad ke-7 M berasal dari Arab. Sedangkan Islam yang datang pada abad ke-13 Masehi berasal dari Gujarat.Atau, dapat pula disimpulkan bahwa Islam masuk ke Indonesia secara perlahan-lahan yang dimulai pada abad ke-7 Masehi dan mendapatkan bentuknya secara politik pada abad ke-13 Masehi.



Sumber:
Iwan Setiawan dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas VII Edisi Revisi 2016, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016)


Sunarno,
Guru SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang Jawa Tengah

KERAJAAN-KERAJAAN DI INDONESIA PADA MASA HINDU BUDHA

MASUKNYA Hindu Budha membawa pengaruh besar bagi bangsa Indonesia. Selain menjadi tonggak Indonesia memasuki masa sejarah (mulai mengenal tulisan), masuknya Hindu Budha juga mendorong tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar di Indonesia. Kerajaan-kerajaan yang tumbuh saat itu sangat kental dengan budaya Hindu Budha, setidaknya dari bukti-bukti peninggalannya.

    Sumber Gambar: https://p3ta-indonesia.blogspot.com/

Ada banyak kerajaan-kerajaan bercorak Hindu Budha di Indonesia. Berikut ini adalah fakta singkat dari beberapa kerajaan di Indonesia yang tumbuh pada masa Hindu Budha.

1. KERAJAAN KUTAI
Lokasi
Tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur

Tahun berdiri
400-500 M

Fakta singkat
Kerajaan kutai merupakan kerajaan tertua yang ada di Indonesia. Raja pertama di kerajaan Kutai bernama Kudungga. Setelah Kudungga meninggal, ia digantikan oleh putranya yang bernama Aswawarman. Aswawarman inilah yang tercatat sebagai raja pertama yang beragama Hindu. Kehidupan sosial masyarakat di kerajaan tersebut dibagi-bagi berdasarkan kasta.

Kehidupan politik di kerajaan kutai mencapai keemasan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman. Kehidupan masyarakatnya adalah agraris dan perdagangan. Mata pencaharian penduduk  antara lain pertanian, beternak, dan berdagang. Masyarakat saat itu juga sudah menjalin perdagangan dengan luar negeri.

Kesejahteraan pada masa tersebut tergambar dalam Prasasti Yupa yang mencatat peristiwa Raja Mulawarman menyedekahkan 20.000 ekor lembu dan emas.

2. KERAJAAN TARUMANEGARA
Lokasi
di lembah Sungai Citarum Bogor, Jawa Barat

Tahun berdiri
sekitar abad ke-5 M

Fakta singkat
Berbeda dengan Kerajaan Kutai yang tercatat sebagai kerajaan tertua di Indonesia, Kerajaan Tarumanegara tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa.

Raja yang paling terkenal di kerajaan Tarumanegara adalah Raja Purnawarman. Pada masa pemerintahannya, rakyat memiliki hidup yang makmur, namun menjadi hancur, ketika diserang oleh Kerajaan Sriwijaya sekitar abad-7. Pertanian merupakan mata pencaharian penduduk Tarumanegara, menggunakan sistem irigasi dan perikanan dan perdagangan.

3. KERAJAAN PAJAJARAN (SUNDA GALUH)
Lokasi
Bogor, Jawa Barat

Tahun berdiri
Abad ke-7 M

Fakta singkat
Kerajaan Pajajaran adalah suatu kerajaan yang merupakan penyatuan dua kerajaan besar di Tanah Sunda yang saling terkait erat, yaitu kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh. Kedua kerajaan tersebut merupakan pecahan dari kerajaan Tarumanagara. Berdasarkan peninggalan sejarah seperti prasasti dan naskah kuno, ibu kota Kerajaan Sunda berada di daerah yang sekarang menjadi kota Bogor, sedangkan ibu kota Kerajaan Galuh adalah kota Kawali di Kabupaten Ciamis.

4. KERAJAAN SRIWIJAYA
Lokasi
Muara Takus, Riau dan berpindah Sungai Musi Palembang

Tahun berdiri
Abad ke-7 M

Fakta singkat
Kerajaan sriwijaya mengalami puncak kejayaan pada masa Raja Balaputradewa. Pada saat itu Kerajaan Sriwijaya sudah dikenal sebagai pusat perdagangan dan penyebaran agama Budha di Asia tenggara. Kerajaan ini juga dijuluki sebagai kerajaan maritim terbesar, namun mengalami kemunduran, ketika terjadi endapan di sungai musi.

Kehidupan sosial masyarakat pada masa itu tergolong majemuk dan terdapat stratifikasi sosial. Mata pencaharian mereka di bidang pertanian dan perdagangan.

Kerajaan Sriwijaya menjadi salah satu kemaharajaan bahari yang terbesar dan pernah ada di Pulau Sumatera. Selain itu, kerjaaan ini juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap Nusantara karena memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas. Jika dilihat dari peta kekuasaan Kerajaan Sriwijaya di mulai dari Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa Barat hingga ke Jawa Tengah.

5. KERAJAAN KALING (HOLING)
Lokasi
Jawa Tengah (lokasi tepatnya masih dalam perdebatan)

Tahun berdiri
Abad ke-6 M

Fakta singkat
Tidak banyak bukti peninggalan dari kerajaan ini. Informasi seputar Kerajaan Kaling justru banyak didapat dari berita Dinasti Tang (Cina). Kerajaan Kalingga dipimpin oleh seorang ratu yang tegas yang bernama Ratu Sima. Dalam kisahnya ia berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu termasuk kerabat istananya sendiri. Salah satu kerabat istananya pernah mendapat hukuman potong kaki karena melanggar keketapan Ratu Sima.

Nama Kaling berasal dari Kalinga, nama sebuah kerajaan di India Selatan. Sumbernya adalah berita Cina yang menyebutkan bahwa kotanya dikelilingi dengan pagar kayu, rajanya beristana di rumah yang bertingkat, yang ditutup dengan atap, Orang-orangnya sudah pandai tulis-menulis dan mengenal juga ilmu perbintangan.

Fakta lain yang tercatat dalam berita Cina adalah orang Kaling (Jawa), kalau makan tidak memakai sendok atau garpu, melainkan dengan jarinya saja. Minuman kerasnya yang dibikin ialah air yang disadap dari tandan bunga kelapa (tuak).

Diberitakan pula bahwa dalam tahun 640 atau 648 M kerajaan Jawa mengirim utusan ke Cina. Pada tahun 666 M, dikatakan bahwa tanah Jawa diperintah oleh seorang raja perempuan yakni dalam tahun 674-675 M, orang-orang Holing atau Kaling (Jawa) menobatkan raja perempuan yang bernama Simo, dan memegang pemerintahannya dengan tegas dan bijaksana.

6. KERAJAAN MATARAM KUNO
Lokasi
Wilayah aliran sungai Bogowonto, Elo, Progo dan Bengawan Solo, Jawa Tengah.

Tahun berdiri
Sekitar abad ke-8 M

Fakta singkat
Kerajaan Mataram Kuno menganut ajaran Hindu Siwa. Kerajaan ini diperintah pertama kali oleh Raja Sanna, kemudian digantikan oleh Raja Sanjaya. Raja Sanjaya merupakan ponakan dari Raja Sanna dan pada masa pemerintahannya rakyat di sekitar kerajaan hidup makmur, aman, dan tentram.

Kerajaan mataram kuno terpecah menjadi dua, setelah meninggalnya Panangkaran, yaitu bercorak Hindu dan Budha. Kerajaan mataram kuno yang bercorak hindu diperintah oleh Dinasti Sanjaya, sedangkan kerajaan mataram kuno yang bercorak budha diperintah oleh Dinasti Syailendra.

Pusat pemerintahan kerajaan mataram dipindahkan oleh Mpu Sendok ke Jawa Timur, setelah mendapat serangan dari Kerajaan Sriwijaya yang diperintah oleh Balaputradewa. Rakyat di kerajaan mataram kuno telah mengenal perdagangan internasional, sekalipun mereka memiliki mata pencaharian di bidang pertanian, peternakan, perdagangan, dan pengrajin.

7. KERAJAAN KANJURUHAN
Lokasi
Malang, Jawa Timur

Tahun berdiri
Abad ke-8 M

Fakta singkat
Kerajaan Kanjuruhan adalah salah satu kerajaan di Jawa Timur yang memiliki corak hindu. Salah satu raja paling terkenal di kerajaan ini adalah Gajayana. Jejak dan bukti keberadaannya Kanjuruhan salah satunya tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Sementara, bukti-bukti artefak yang sampai sekarang dapat dilihat adalah candi badut dan candi wurung yang ada di Malang.

8. KERAJAAN KEDIRI
Lokasi
Kediri, Jawa Timur

Tahun berdiri
Sejak abad ke-10 M

Fakta singkat
Kerajaan kediri merupakan penyatuan dari kerajaan panjalu dan janggala dan disatukan pada masa pemerintahan Jayeswara. Raja Jayabaya merupakan raja yang paling terkenal di kerajaan kediri dengan karyanya disebut jangka jayabaya.

Kerajaan kediri mengalami kehancuran, ketika ketajaya, yang juga sebagai raja terakhir di kerajaan kediri, dibunuh oleh Ken Arok di Tumapel tahun 1222. Pada masa itu, penduduk di kerajaan kediri, banyak yang bertani dan berdagang.

9. KERAJAAN SINGASARI
Lokasi
Jawa Timur

Tahun berdiri
sekitar tahun 1222 M

Fakta singkat
Kerajaan singasari merupakan penyatuan dari kerjaan kediri dan tumapel, yang berdiri sekitar tahun 1222 M oleh Ken Arok. Kitab-kitab kuno yang dimiliki oleh kerajaan singasari yaitu negarakertagama dan pararaton. Raja-raja yang pernah memerintah di kerajaan singasari, yaitu Ken Arok, Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni, dan Kertanegara.

Pada masa pemerintahan Kertanegara, kerajaan singasari mengalami puncak kejayaan, bahkan memiliki kebijakan mengganti atau memindahkan pejabat yang tidak setia dan lawan politik diberikan penghargaan dan kedudukan yang terhormat. Di kerajaan Singasari, rakyat juga sudah mulai mengenal adanya perdagangan internasional.

10. KERAJAAN MAJAPAHIT
Lokasi
Sungai Brantas, Jawa Timur

Tahun berdiri
1293 M

Fakta singkat
Kerajaan Majapahit didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya dibantu Kebo Anabrang, Ronggo Lawe, Nambi, Lembu Sora, dan Aria Wiraraja. Kerajaan yang memiliki wilayah luas dan subur ini mampu menjadi produsen barang-barang yang laku di pasar dan menjadi perantara untuk membawa hasil bumi antar daerah.

Kerajaan Majapahit adalah salah kerajaan Hindu Budha yang terakhir yang bisa menguasai Nusantara. Selain itu, kerajaan ini juga dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di dalam sejarah Indonesia.

Majapahit mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, di dampingi mahapatih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa. Isi sumpah adalah tidak akan merasakan palapa (istirahat) sebelum menyatukan nusantara di bawah Majapahit.

Berdasarkan Negarakertagama, kekuasan dari Kerajaan Majapahit sendiri di mulai dari Jawa, Sumatera, Semenanjung Malaya, Kalimantan dan sampai ke Indonesia timur (kekuasaanya di wilayah timur masih jadi perdebatan).


Sunarno,
Guru IPS SMPI Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang

DAFTAR PUSTAKA
Pujiastuti, S., Tamtomo, T.D.H., dan N. Suparno. 2007. IPS Terpadu 1B untuk SMP dan MTs Kelas VII Semester 2 Standar Isi 2006. Jakarta: Esis.

TEORI-TEORI MASUKNYA HINDU BUDHA KE INDONESIA

SEJAK abad pertama masehi, Kepulauan Indonesia telah dilewati rute perdagangan dunia, yakni Selat Malaka. Saat itu Selat Malaka telah menjadi salah satu jalur lintasan laut menghubungkan Cina dengan India. 


Sumber Gambar: 
Iwan Setiawan dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas VII Edisi Revisi 2016, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016), hal. 223


Posisi Indonesia yang strategis, terletak di jalur posisi silang dua benua dan juga dua Samudera, serta berada dekat Selat Malaka memiliki beberapa keuntungan:
a.       Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing seperti India, Cina, Arab, dan juga Persia.
b.      Kesempatan untuk melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar.
c.       Adaptasi atau pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas.

Selain keuntungan tersebut, posisi strategis Indonesia di Selat Malaka juga memudahkan masuknya pengaruh budaya luar. Negara India, merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia yaitu dalam bentuk budaya Hindu-Budha.

Bagaimana cara dan proses masuknya budaya Hindu Budha ke Indonesia? Sampai saat ini masih ada perbedaan pendapat mengenai cara dan proses masuknya kebudayaan Hindu Budha ke Indonesia. Berikut beberapa teori (populer) yang membahas tentang awal mula masuknya Hindu-Budha ke Indonesia.

1.     Teori Brahmana
Teori Brahmana ini dikemukakan oleh JC. Van Leur, berpendapat bahwa para Brahmana datang dari India ke Nusantara atas undangan pimpinan suku dalam rangka pengesahan kekuasaan mereka, sehingga menjadikan sama dengan raja-raja India.

Para kepala suku di Nusantara aktif mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara abhiseka secara Hindu, sehingga para kepala suku menjadi maharaja. Dalam masa perkembangannya, para brahmana akhirnya menjadi purohito (penasehat raja).

Teori brahmana kelihatannya dianggap lebih mendekati kebenaran, karena agama Hindu bersifat tertutup, dimana hanya diketahui kalangan brahmana. Teori brahmana didasarkan pada pengamatan sisa-sisa peninggalan kerajaan bercorak Hindu di Indonesia, umumnya banyak ditemukannya prasasti-prasasti berbahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.

Pada Candi yang ada di Indonesia banyak ditemukan arca Agastya. Umumnya di India, bahasa dan huruf tersebut hanya digunakan dalam kitab suci Weda dan upacara keagamaan, dan hanya golongan Brahmana yang mengerti dan menguasainya. Selain itu, brahmana di Indonesia berkaitan dengan upacara Vratyastoma dan abhiseka.

Namun terdapat kelemahan dari teori ini, di India ada peraturan bahwa brahmana tidak boleh keluar dari negerinya. Oleh sebab itu, tidak mungkin mereka dapat menyiarkan agama ke Indonesia.

2.     Teori Kesatria
Teori kesatria dikemukakan oleh C.C Berg, Mookerji, dan J.C Moens, menurut teori ini, masuknya budaya India ke Nusantara adalah melalui para kesatria. Saat zaman dulu, di negara India sering terjadi peperangan antar golongan, salah satunya adalah kekacauan politik dalam negara India berupa perang besar antara Brahmana dan Kesatria.

Para kesatria yang kalah dalam peperangan lalu memilih untuk meninggalkan India, diantara kesatria yang pergi ada yang sampai ke wilayah Nusantara. Kesatria inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggal. Disamping mereka menetap, juga para kesatria menyebarkan agama dan budaya yang mereka ikuti, yaitu agama dan budaya Hindu.

3.     Teori Waisya
Teori Waisya dikemukakan oleh N.J Krom, ia berpendapat bahwa kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam penyebaran agama Hindu di Nusantara. Kaum Waiysa merupakan mereka yang berasal dari kalangan pekerja ekonomi, seperti pedagang dan saudagar.

Para pedagang yang berasal dari India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan masyarakat atau penguasa pribumi. Kesempatan ini yang membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori ini dirasa lebih tepat karena sesuai dengan kondisi Nusantara sebagai Negeri yang sering dilewati perdagangan internasional.

4.     Teori Sudra
Teori Sudra dikemukakan oleh Van Faber, ia berpendapat bahwa orang-orang yang termasuk kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. Kasta Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya atau Kesatria. Sebab datang dengan jumlah yang sangat besar, para kasta Sudra ini yang telah memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu di Indonesia.

5.     Teori Arus Balik
Teori ini dikemukakan oleh G.Coedes, ia berpendapat bahwa berkembangnya pengaruh kebudayaan India dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Indonesia mempunyai kepentingan untuk datang dan berkunjung ke India. Sebab hubungan dagang Indonesia dengan India yang meningkat diikuti brahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha.

Para pribumi kemudian mempelajari agama Hindu dan Buddha, setelah cukup lama, mereka kembali ke Indonesia dan ikut menyebarkan pengetahuan mengenai agama Hindu-Budha dengan menggunakan bahasa sendiri di masyarakat Indonesia. Sebab demikian ajaran agama lebih cepat diterima bangsa Indonesia.


Sunarno,
Guru IPS SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang

Sumber:
R. Soekmono, Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2, Yogyakarta: Kanisius (1973)
Iwan Setiawan dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTS Kelas VII Edisi Revisi 2016, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2016)